Loading
Loading

Pages

Rabu, 19 Juni 2013

ANALISA BIVARIAT

Analisa bivariat adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui dan menguji keterkaitan antara dua variable. Dan berdasarkan bentuk datanya terbentuk  4 analisa bivariat yaitu:
1.      Kategorik Kategorik
2.      Kategorik Numerik
3.      Numerik Kategorik
4.      Numerik Numerik
Untuk analisa bivariat data kategori Kategorik Numerik atau numerik kategorik digunakan uji beda rata-rata. Uji beda rata-rata ini terbagi menjadi dua, yaitu yang pertama uji beda dua rata-rata, dan yang kedua uji beda lebih dua rata-rata yaitu dengan One wayy Anova.
Untuk uji beda 2 rata – rata juga tebagi 2 lagi yaitu :
1.      Uji beda 2 rata - rata tidak berpasangan
Pada uji ini digunakan Independent Sample T-Test
2.      Uji beda 2 rata – rata berpasangan
Pada uji ini digunakan Paired Sample T-Test
Dari semua uji di atas semua data harus berdistribusi normal, oleh karena itu jika terdapat katogori Numerik, maka harus dilakukan uji normaliti. Yang mana uji normaliti dapat dilakukan dengan cara :
1.      Membandingkan mean , median, dan modusnya.
Jika hasil mean, median, dan modus hampir sama.
2.      Uji kolmogorof, dengan uji ini H0 data akan  berdistribusi normal jika p<0,05.
3.      Uji skewnness, untuk mengetahui data sudah berdistribusi normal dapat dilihat dari hasil bagi antara statistic dengan standar eror. Jika hasil bagi skewness angkanya berkisar antara -1,27 s/d 1,27 maka data sudah berdistribusi normal.
4.      Lihat histogram, untuk  melihat data sudah berdistribusi normal , yaitu dengan cara titik tengah dihubungkan dengan masing-masing titik pada kurva yang terbentuk. Dan kurva tersebut identik dengan kurva normal.
5.      Uji Q-Q Plot, dengan menggunakan uji ini, untuk melihat data berdistribusi normal jika terletak di seputar garis scatter serta seimbang dari atas dan bawahnya.
6.      Bogsplot.
Data berdistribusi normal jika :
a.       Box tidak tinggi
b.      Tangkai pendek dan seimbang atas serta bawahnya.
c.       Median terletak di tengah
d.      Tidak ada outlier, dan kalaupun ada jumlahnya harus seimbang atas dan bawahnya.
Setelah dilakukan uji normallity dengan salah satu atau lebih dari 6 teknis yang bisa dilakukan untuk uji normaliti, dan hasilnya data masih tidak normal, maka langkah selanjutnya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menguji langsung dengan uji non parametrik, kemudian juga dapat dilakukan dengan cara menormalkan data (normalisasi).
Normalisasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1.      Memissingkan outliers
2.      Melog-kan variable.
Jika telah dilakukan normalisasi, namun data tetap tidak normal, maka harus dilakukan uji non parametrik atau Kategorikan ( acuan patokan/ acuan normatif).
a.       Uji non parametrik yang dipakai untuk Paired T-Test, wilcoxon
b.      Uji non parametrik yang dipakai untuk Independent Sample  T-Test Mann Whitney 
c.       Uji non parametrik yang dipakai untuk One- Way Anova, Kruskal-Wallis

0 komentar:

Posting Komentar